 |
| Aku sayang kamu ibu |
Suatu Hari Nabi muhammad SAW, sedang bercengkrama bersama sahabat- sahabatnya lalu beliau bercerita kepada sahabat - sahabatnya tentang kisah cinta seorang ibu kepada anaknya, Ini terjadi dizaman nabi Daud dan nabi Sulaiman. Begini ceritanya,
Pada suatu hari ada dua orang wanita yang keluar rumah untuk berladang dengan membawa masing - masing bayi mereka, tanpa disadari ada seekor serigala yang menuju ke arah bayi bayi yang mereka biarkan sendirian tanpa pengawasan dan serigala itu memakan bayi itu, karena mereka sedang asyik berladang, mereka tidak menyadari kebereadaan serigala tersebut.
Senja mulai beranjak datang, ibu -ibu itu menghampiri bayi yang ia tinggalkan dibawah pohon sendirian, betapa kagetnya ibu itu, dilihatnya bayi cuma ada satu, sedangkan yang satunya ada bekas darah yang berarti bayi satunya telah dimakan hewan buas.
Kedua ibu itu sangat sangat kebingungan,bayi siapa yang telah dimakan ? , bayi ibu yang lebih tua kah ? atau bayi ibu yang muda kah? mereka saling menangis dan meratapi kebingungan mereka, setelah beberapa saat mereka merasakan kesedihan yang amat sangat, merekapun mencoba menemui nabi Daud, untuk membenarkan bayi yang masih hidup milik siapa.
Ketika bertemu nabi daud mereka pun bertanya kepada nabi Daud, tetapi nabi Daud berkata " Bayi ini milik ibu yang lebih tua. " , entah apa alasan nabi daud berkata demikian tetapi kedua orang tua tersebut tidak terima dengan apa yang diputuskan oleh nabi Daud, merasa tidak ada keadilan, mereka mencari hakim lain yaitu nabi Ibrahim.
Ketika bertemu Nabi Ibrahim dan menjadikannya seorang hakim. Setelah mendengarkan penjelasan dari mereka berdua nabi ibrahim langsung berkata " Berikan aku pedang, maka aku akan membagi bayi tersebut menjadi dua bagian. " , mendengar perkataan nabi ibrahim seperti itu, mereka berdua tertegun dan selang beberapa lama ibu yang paling tua berkata " Iya, Itu adil . "
Tetapi ibu yang muda merasa sangat kehilangan jika nabi Ibrahim melakukan perbuatan tersebut, ibu tersebut menangis dan berkata " Biarlah bayi ini adalah bayi miliknya, biarkan saja dia memiliki bayi tersebut, asalkan bayi ini jangan dipotong menjadi dua bagian. " Mendengar jawaban dari keduanya nabi ibrahim langsung memberikan bayi ini kepada ibu yang masih muda.
Ibu yang tua merasa tidak adil maka dia berkata " Mengapa bayi itu dikasih ke dia ? ". Nabi Ibrahim menjawab " Bayi ini pantas untuknya, karena mana ada seorang ibu yang tega melihat anaknya mati, apalagi dipotong menjadi dua. " , mendengar jawaban itu ibu yang tua diam seribu bahasa.
Setelah itu mereka pergi ke tempat masing - masing.
Dari cerita tersebut, apa yang kita pelajari ? , kasih ibu sepanjang jalan, dan tidak pernah hilang,kasih ibu akan terus berada di dalam nadi kita, dia akan mencintai kita walaupun kita tidak mencintai dia,
cintailah ibumu karena sesungguhnya surga dibawah telapak kaki ibu