Saya merasa tidak srek ketika melihat adanya tweet dari pak tifatul sembiring selaku mantan Menteri Komunikasi dan Informatika. Yang menyatakan bahwa semua kejahatan yang terjadi adalah dari minuman keras yang membuat ketidak sadaran pelaku yang berbuat jahat, seperti pemerkosaan pembunuhan, pencurian pengroyokan tawuran dan lain lain.
 |
| Tweet yang saya maksud |
Jika Ingin Menyalahkan Langsung dari Sumber, salahkan Saja Pemerintah
Jika ingin menyalahkan dari sumbernya salahkan saja pemerintah pak, mengapa ? karena pemerintah saya rasa kurang tegas dengan penindakan miras sendiri. mengapa saya berani berkata demikian ? , masih ingat dengan pengembalian miras salah satu anggota DPR ? ini yang memproduksi miras anggota DPR RI loh, bayangkan. Kurang aneh apa negeri ini, saya ngarang ? tidak kok bisa dilihat di sini
http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/politik/15/12/31/o08c49219-polisi-kembalikan-miras-sitaan-milik-anggota-dpr-ri
Aneh tapi nyata ya ? sudahlah kita sebagai rakyat biasa bisa apa ?
Sebenarnya Yang Salah Bukan Mirasnya tapi Moralnya
Ya, sebenernya yang perlu dibenahi bukan mirasnya tapi orang yang meminumnya, karena apa ? tidak mungkin kan orang meminum minuman keras kalau iman dan taqwanya kuat, jadi jangan salahkan mirasnya, salahkan moral orang yang meminumnya pak, anda boleh sih menyalahkan mirasnya tapi anda harus ngomong gitu di hadapan DPR RI yang mirasnya dikembalikan itu ya pak? mau kah bapak ?
Jadi kesimpulannya yang perlu dibenahi adalah orang orang indonesia, harus kita lindungi dengan iman dan taqwa, bukan hanya dengan larangan dan aturan tapi harus dibarengi dengan tindakan, ingat aceh ? daerah istimewa di ujung yang menghukum rakyatnya jika tidak berpuasa dibulan ramadhan ? hukuman itu seperti itu pak, bukan hanya menimbulkan rasa jerah, tapi juga rasa malu, bayangin dah pak, dicambuk didepan umum, apa ndak malu itu ya pak ? mungkin hukuman yang baik seperti itu pak.
tapi yasudahlah pak, saya hanya rakyat biasa, bisa apa ? semua yang saya omongin hanya seperti bunyi hujan dimalam hari, tidak diperdulikan malah ditinggal tidur.